Dulu aku sempat tinggal bersama paman dan bibiku, karena ibu tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolahku dan ibu pergi meninggalkanku untuk menikah lagi. Pertamanya memang senang bisa melanjutkan sekolah dan tinggal bersama pama dan bibiku, saat itu aku baru akan masuk sekolah dasar kelas 4. Pertama tinggal disana selama seminggu paman dan bibi sangat baik memperhatikanku seperti anaknya, itupun karena mereka tidak memiliki anak. Setelah berlalu berbulan-bulan sikap mereka berubah entah mengapa. Bibiku sering membangunkanku pukul 5 pagi, dengan caranya yang tak pernah aku lupa hingga saat ini, dengan menggunakan kaki dan menendang-nendang kakiku. Muka yang penuh cakaran karena bibi marah padaku, itu hal yang tak bisa aku lupakan. Sempat suatu hari aku telat masuk kelas dan diketahui oleh kepala sekolahku, dimana bibimu mengajar disana sebagai guru PKN. Dan akhirnya bibiku tau aku telat masuk kelas, dan akhirnya aku diberi surat oleh kepala sekolah dan itu harus ditanda tangani oleh orang tua/wali. Saat itu aku sangat takut kepada pamanku untuk memberitahukan apa yang terjadi. Hal yang tak pernah terpikirkan akhirnya aku menandatangani surat itu sendiri. Hal yang tak aku duga juga terjadi, ternyata bibi tau kalau aku memalsukan tanda tangan, akhirnya sampai rumah paman marah dan menginjak kepalaku dengan kakinya. Suatu hal yang tak pernah aku duga itu terjadi padaku. Tahun demi tahun berlalu, dimana aku akan tamat sekolah menengah pertama. Disaat kelulusan bibi menyuruhku untuk cepat-cepat pergi dari rumahnya. Disana aku berpikir, kenapa sekejam ini dan siapa yang akan membiayaiku nanti !? Akhirnya aku pindah ke Desaku dan tiggal bersama nenek yang sangat ku sayangi. Sempat aku berpikir, mungkin lebih baik aku tidak melanjutkan sekolahku dan bekerja, tapi pekerjaan apa yang aku dapat setelah tamat sekolah menengah pertama. Dan akhirnya pamanku anak kedua dari nenekku mau membiayaiku.
Setelah semua itu berlalu, disaat aku menginjak kelas 2 SMA nenekku meninggal. Disana aku sangat putus asa. Entah apa yang harus aku lakukan sekarang dengan siapa lagi aku tinggal !? Akhirnya aku putuskan tinggal dirumah bukdeku kakak dari ibuku. Saat aku tinggal disana aku sangat senang karena bukdeku sangat baik walau kadang kala dia sangat garang. Saat itu juga aku tak dikirimi uang oleh pamanku yang membiayaiku, aku bingung harus bagaimana saat itu. Dan akhirnya, paman dari isri kedua kakek berkenan untuk membiayaiku. Aku sangat senang dan sangat berterima kasih kepadanya. Tahun demi tahun berlalu dan akan tamat sekolah menengah atas. Sebelm tamat aku berpikir untuk kuliah namun sepertinya tidak bisa karena tidak ada biaya, akhirnya aku putuskan untuk bekerja. Namun Tuhan berkata lain, setelah aku tamat SMA paman dari anak istri kedua kakekku ingin membiayaiku untuk masuk keperguruan tinggi. Aku sangat bersyukur masih ada orang yang peduli padaku sampai saat ini.
Dan akhirnya, kini aku berada diperguruan tinggi UNDIKSHA (Universitas Pendidikan Ganesha) yang ada di Singaraja Kota Pendidikan. Dan mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang. Aku banyak memiliki teman yang sangat peduli padaku, dan sosok lelaki yang aku temui (kakak tingkat) yang satu jurusan denganku yang selalu menemani saat aku susah maupun senang. Banyak hal dan pelajaran yang banyk aku lalui dan aku dapatkan dengan jalan hidupku hingga kini aku akan berumur 19 tahun yang sudah dianggap dewasa. Aku berharap untuk kedepannya dan nantinya aku bisa melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang peduli dan sayang padaku dan juga keluarga yang sudah membesarkanku sampai saat ini walau banyak penderitaan yang pernah aku alami. Sosok lelaki (kakak tingkat) itu selalu mengingatkanku bagaimana untuk hidup diperantauan dan bagaimana caranya untuk bisa menjalankan pendidikan ini dengan baik, dia selalu dan tak pernah lelah untuk memberitahuku hal-hal yang positif. Dan juga dia pernah bosan-bosannya untuk bersyukur dengan Tuhan dengan apa yang telah Beliau berikan.
Sempat juga aku berpikir dsaat aku susah terpuruk dan putus asa, selalu ada yang membantu dan menolongku disaat seperti itu. Aku berpikir bahwa ayah yang memberikan jalan yang seperti itu padaku, bukannya aku tidak berterima kasih pada Tuhan tapi aku juga yakin bahwa Ayah yang memberi jalan dan selalu memeberi aku petunjuk untuk melakukan hal yang baik, menerang jalan yang gelap dan mempertemukan aku dengan sosok lelaki (KAK ANDI) yang sangat aku sayangi. Terima kasih Tuhan terima kasih Ayah dan terima kasih untuk semuanya, aku pasti sukses !
maaf ya kalo kata-katanya kurang berkenan atau ada yang kurang mohon maaf, baru belajar :D
sampai sini dulunya, mungkin nanti ada cerita-cerita lain lagi yang akan aku buat diblogku. kunjungi terus yaa ^_^
ありがとう ごさいます。^_^

